Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net TITIAN ILMU
Glitter Text Generator at TextSpace.net
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Senin, 13 Januari 2020

Kisah Pangeran Tegal Arum, Selama Masa Pemerintahan Sunan Amangkurat I

Kisah Pangeran Tegal Arum, Selama Masa Pemerintahan Sunan Amangkurat I






Setelah Sultan Agung Hanyokrokusumo wafat, tahta Mataram diduduki oleh putranya Sunan Amangkurat I.
Amangkurat I memiliki karakter sepertinya dan memiliki visi yang sama soal Islam Kejawen. Berusaha menyingkirkan budaya Islam yang dipengaruhi barat dengan Islam Kejawen. Demi tegaknya kejawen, Amangkurat I bahkan membunuh 6.000 ulama.
Sunan Amangkurat I adalah putera kandung dari seorang raja Kerajaan Mataram Islam yang tersohor namanya sampai saat ini, yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo atau yang sering disebut juga dengan Sultan Agung.
Kemudian Ibunda dari Sunan Amangkurat I adalah Kanjeng Ratu Batang, yang mempunyai gelar RATU WETAN.Beliau ini adalah puteri dari Tumenggung Upasanta, yang memerintah wilayah Batang pada waktu itu.
Sunan Amangkurat lahir pada sekitar tahun 1619, ketika lahir beliau bernama RADEN MAS SAYIDIN, kemudian sewaktu dinobatkan menjadi Raja ke 4 dari Kerjajaan Mataram Islam pada sekitar tahun 1646 beliau mempunyai gelar AMANGKURAT SENOPATI ING ALAGA NGABDURAHMAN SAYIDIN PANATAGAMA, atau gelar yang lain adalah SRI SUSUHUNAN AMANGKURAT AGUNG, selain itu beliau kuga sering disebut sebagai SUNAN GETEK.
Sebelum dinobatkan menjadi raja atau sewaktu beliau masih menjadi Putera Mahkota atau dalam istilah Keraton sering disebut juga dengan ADIPATI ANOM, gelar yang dimiliki oleh Amangkurat 1 adalah PENGERAN ARYA PRABU ADIPATI MATARAM.
Yang menjadi hal menarik dalam kisah Sunan Amangkurat I ini adalah , bahwa berdasarkan sumber informasi sejarah yang telah saya dapatkan, selama masa pemerintahan Sunan Amangkurat 1 ini bisa dikatakan merupakan suatu periode gelap yang pernah terjadi dalam sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Islam.
Bisa disebut demikian karena konon kabarnya Sunan Amangkurat I ini sewaktu memerintah Kerajaan Mataram Islam menerapkan sistem DIKTATOR, yaitu sistem yang Keras dan Kejam. Hal ini kabarnya diterapkan hampir ke semua orang yang berani menentang semua kebijakan beliau, baik kepada Kawulo Mataram, Kerabat Istana , Keluarga Kerajaan, dan tentunya musuh dan kaum pemberontak yang menjadi pesaing beliau pada waktu itu.
Selain itu segala macam kebijakan yang beliau keluarkan pada waktu memerintah Kerajaan, banyak yang bertentangan dengan adat istiadat leluhur Kerajaan Mataram Islam yang berasal dari trah keturunan beliau.
Untuk lebih jelasnya dibawah ini akan saya sebutkan beberapa hal yang menjadi suatu Kontroversi dan pertentangan dalam era pemerintahan Sunan Amangkurat I sewaktu memerintah Kerajaan Mataram Islam ;
1. Sunan Amangkurat I menerapkan sistem kerja paksa terhadap KAWULO MATARAM (rakyat Kecil) dalam pembangunan istana keraton Pleret.
2. Sunan Amangkurat I mewajibkan bayar pajak yang tinggi terhadap hasil pertanian dan perikanan kepada Kawulo Mataram
3.Sunan Amangkurat I tega membunuh seorang Tumenggung yang berpengaruh di lingkungan Kerajaan Mataram waktu itu. Nama Tumenggung tersebut adalah TUMENGGUNG WIROGUNO. tumenggung ini padahal adalah tumenggung kepeecayaan dari Sultan Agung yang tidak lain merupakan ayah kandung dari Sunan Amangkurat I
4. Sunan Amangkurat I juga tega dan berani membunuh adiknya sendiri yang bernama PANGERAN ALIT. Pangeran Alit ini bahkan dibunuh bersamaan waktunya dengan kisah pembunuhan para ulama sebanyak kurang lebih 6000 ulama, yang dilakukan juga oleh para utusan Sunan Amangkurat I
5. Kemudian Sunan Amangkurat I juga tega membunuh seorang pamannya sendiri yang bernama PANGERAN PEKIK beserta para keluarganya, dimana pangeran pekik ini bisa dibilang sebagai paman dari Sunan Amangkurat I
6.Kemudian Sunan Amangkurat I kabarnya juga tega membunuh para selir yang berkaitan erat dengan kisah meninggalnya RATU TRUNTUM atau RATU MALANG.
7. Selain itu Sunan Amangkurat I juga tega menjebak salah satu puteranya yang bernama PANGERAN SINGOSARI dalam kisah pertempuran melawan pasukan pemberontak Trunojoyo. Pangeran Singosari ini sengaja dijebak kemudian dibunuh dalam suatu pertempuran melawan pasukan Madura dibawah kepemimpinan Trunojoyo
8. Kemudian Sunan Amangkurat I juga tega membunuh aeorang ulama yang berpengaruh di Lingkungan Kerajaan Mataram waktu itu. Ulama itu bernama RADEN DATUK.
9. Kemudian Sunan Amangkurat I, memutuskan untuk bekerjasam sama VOC, dalam sistem perdagangan, padahal dalam era pemerintahan ayahnya , VOC merupakan musuh utama Kerajaan Mataram.
Itulah berbagai kisah kelam yang tercatat dalam sejarah Kerajaan Mataram dibawah Pemerintahan Sunan Amangkurat I.
Mungkin masih banyak kisah kelam yang tidak tercatat dalam sejarah Kerajaan Mataram pada waktu itu.
Sunan Amangkurat I meninggal pada tahun 1677, ketika itu beliau melarikan diri dari istana Keraton Pleret karena terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Trunojoyo dari wilayah Madura.



Pelarian Amangkurat I membuatnya jatuh sakit. Menurut Babad Tanah Jawi, kematiannya dipercepat oleh air kelapa beracun pemberian Mas Rahmat. Meskipun demikian, ia tetap menunjuk Mas Rahmat sebagai raja selanjutnya, tetapi disertai kutukan bahwa keturunannya kelak tidak ada yang menjadi raja, kecuali satu orang dan itu pun hanya sebentar. Amangkurat I meninggal pada 13 Juli 1677 di desa Wanayasa, Banyumas dan berwasiat agar dimakamkan dekat gurunya di Tegal. Karena tanah daerah tersebut berbau harum, maka desa tempat Amangkurat I dimakamkan kemudian disebut Tegalwangi atau Tegalarum. Oufers hadir disana dengan dua belas orang serdadu. Amangkurat I juga berwasiat agar Mas Rahmat meminta bantuan VOC dalam merebut kembali takhta dari tangan Trunajaya. Mas Rahmat ini kemudian bergelar Amangkurat II dan mendirikan Kasunanan Kartasura sebagai kelanjutan Kesultanan Mataram.

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Comment

Statistic Blog

Anda Pengunjung Ke

Total Tayangan Halaman

Al Qur'an

Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.